sejarah Cirebon merupakan penggalan sejarah / kisah yang konon katanya terjadi di daerah Cirebon
dan sekitarnya, hal itu bisa saja bersumber dari lakon (cerita) yang dipentaskan pada kesenian-kesenian
rakyat yang ada diwilayah pantura khususnya seperti sandiwara, wayang kulit, wayang golek tarling dan
seni-seni lainnya. bisa juga bersumber dari buku buku sejarah Keraton Cirebon, cerita -cerita lisan para
orang tua ataupun peninggalan peninggalan ( petilasan ) yang masih dapat kita saksikan hingga saat ini. namun
tidak sedikit sejarah yang menjadi kabur atu tidak jelas hal ini dikarnakan sejarah berdasarkan cerita lisan
yang sudah turun temurun namun ada seacam pantangan (pamali = sunda, kumali = jawa) untuk
menceritakan kembali sejarah tersebut kepada generasi selanjutnya dengan bayang-bayang akan kualat bila
tidak mampu menceritakn dengan pas atau sesuai dengan kenyataannya, sehingga muncul rasa takut kualat
saat mau menceritakan sebuah kisah sejarah daerahnya sebagai contoh sejarah desa kali wedi dan sejarah
kapetakan, dari satu sisi hal itu ada baiknya dalam rangka menjaga kemurnian dan keabsahan dari sejarah
suatu daerah namun juga ada kelemahannya dikarenakan dibayang bayangi kualat sehingga muncul ketakutan
untuk menceritakan sebuah sejarah yang akibatnya generasi generasi berikutnya kehilangan sejarah tentang
daerahnya.nah berkaitan dengan penggalan sejarah cirebon, saya berusaha emberanikan diri untuk berbagi
cerita berdasarkan kisah yang saya dengar dari orang-orang tua dulu dan udah-mudahan tidak berbuah
kualatt. konon katanya pada suatu hari kigede pulo rancang bersiteru dengan syekh bentong (kigede
bungko) konon dalam perseteruan itu kigede pulo rancang menaiki sebuah perahu yang melayang diatas
angin tidak seperti biasanya perahu berjalan diatas air mungkin karena sakti mandra guna, melihat hal itu
bungko memohon bantuan kigede kapetakan, dikarenakan kedekatan hubungan dengan kigede bungko dan
merasa tersinggung dengan sikap kigede pulo rancang yang memamerkan ilmmunya melewati langit
kapetakan tanpa ijin aka oleh kigede kapetakan perahu ditepak ayang-ayangane (bayangan perahu dipukul
pakai tangan ) anehnya akibat kibasan tangan dari kigede kapetakan itu perahupun jatuh di sebelah barat
dari desa kapetakan yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan kibuyut cerita yang konon katanya
disekitar kibuyut creita banjir kaya apapun di situ tidak akan kebanjiran karna asalnya sebuah perahu,
adapun tongkat dari kigede pulo rancang jatuh di sebelah timur kapetakan dan sebelah barat jika dari arah
bungko dan sampai dengan hari ini menjadi sbuah situs dengan nama "Krapyak" yang dalam bahasa jawa
berarti jatuh bertebaran, dan setiaap tahunnya orang-orang sekitar pulo rancang dan jaga pura mengunjungi
tempat tersebut pada ritual unjungan. adapun welah/kemudi dari perahu tersebut jatuh di daerah karang
dawa dekat arjawinangun karena berupa papan yang panjang maka disebutlah makam PAPAN DAWA
yang oleh lidah masyarakat setempat disebut PANDAWA . jadi makam pandawa tidak ada hubungannya
dengan kisah legenda pandawa lima dari India.adapun pituah dari kisah tersebut kita tidak boleh sobong
dengan segala kelebihan karena sebagaimana pepatah diatas langit ada langit, kita harus berhati hati dan
menjaga sopan santun apa lagi ketika berada di daerah orang laain.
demikian kisah ini kami sampaikan kepada ahli sejarawan mohon maaf bila terjadi kekeliruan mohon di luruskan
Merit Casino Review | Is it Legal or Scam?
BalasHapusMerit งานออนไลน์ casino offers the opportunity to win real money. Play deccasino casino games for free at the best septcasino casino online. You can play casino games, and get instant